Entah
Kalau risau
Kalau terbenamnya matahari
berjalan sama-sama
Dan menyisakan gejolak
... hati
Entah
Kalau bimbang
Kalau berjalannya malam
berucap sama-sama
Dan menyisakan untaian
... kata
Entah
kalau sunyi
Kalau merayapi pekat
menerawang sama-sama
Dan menyisakan risau
... terdiam
Rabu, Desember 03, 2008
Minggu, November 30, 2008
Bertanya
Terjaga raga yang masih lelah
Di himpitan kerumitan dan sepi yang jemu
Terkoyak jiwa pada jenuh kasihnya
Terasing di fajar buta
Bercermin kembali dan bertanya
masihkah ada?
Di himpitan kerumitan dan sepi yang jemu
Terkoyak jiwa pada jenuh kasihnya
Terasing di fajar buta
Bercermin kembali dan bertanya
masihkah ada?
Ketika
Ketika perjalanan mesti terantuk kerikil
Ku tak mau langkah kan terhambat
Meski gontai selaksa jiwa yang dihunjam tanya
Ku ingin langkah kita kan beriring, bersama
Ku tak mau langkah kan terhambat
Meski gontai selaksa jiwa yang dihunjam tanya
Ku ingin langkah kita kan beriring, bersama
Dan
Dan ketika kucoba telusuri jiwa nan jenuh
Kata mengalir tajam di raga yang mengeruh
Menusuk sembilu dengan perih meranggas
Daunnya tergeletak menanti dalam cemas
Kata mengalir tajam di raga yang mengeruh
Menusuk sembilu dengan perih meranggas
Daunnya tergeletak menanti dalam cemas
Saat Diam jadi Pilihan
http://lombapuisi.plasa.com/index.php?section=galeri&act2=puisi&id=288
Dan Kata-kata yang terucap hanya jadi umpatan sambil lalu
Aku memilih diam
Aku memilih sampaikan semua teriakan pada kalbu yang terus menangis
Gunung marah
Lautan meronta
Tanah mengamuk
dan Udara terus sampaikan keheningan yang menusuk
Tiap putaran mayapada genap mengelilingi sang surya
aku berteriak, Merdeka!
Dan aku dapati diriku yang terus berteriak
Tanpa makna
Tanpa hakikat
Karena aku memilih untuk diam
Tiap kali kasih-Nya harus tercampakan di hamparan pertiwi ini
Dan Kata-kata yang terucap hanya jadi umpatan sambil lalu
Aku memilih diam
Aku memilih sampaikan semua teriakan pada kalbu yang terus menangis
Gunung marah
Lautan meronta
Tanah mengamuk
dan Udara terus sampaikan keheningan yang menusuk
Tiap putaran mayapada genap mengelilingi sang surya
aku berteriak, Merdeka!
Dan aku dapati diriku yang terus berteriak
Tanpa makna
Tanpa hakikat
Karena aku memilih untuk diam
Tiap kali kasih-Nya harus tercampakan di hamparan pertiwi ini
Atas Namamu, Tuhan
http://lombapuisi.plasa.com/index.php?section=galeri&act2=puisi&id=290
Hari ini panji-panji kami berkibaran lagi
Dan di sudut lain bangsa ini
Nama-Mu diteriakkan
Dengan sebilah pedang terhunus
Hari ini syair-syair kebangsaan kami berkumandang lagi
Dan di sudut lain bangsa ini
Namu-Mu diteriakkan
Dengan didampingi sumpah-sumpah serapah
Tuhan, namu-Mu kami usung di setiap jalan
Tapi dengan ceceran darah
Tuhan, nama-Mu kami teriakkan di gedung-gedung megah itu
Tapi tak henti umpatan-umpatan itu diteriakkan
Tuhan, aku rindukan selalu nama-Mu
Tanpa senjata
Tanpa air mata
Tanpa sumpah serapah
Tanpa darah
Hanya dengan kasih-Mu
Hanya dengan damai-Mu
Atas Nama-Mu, Tuhan
Aku ingin tangan-tangan kami bertaut lagi
Hari ini panji-panji kami berkibaran lagi
Dan di sudut lain bangsa ini
Nama-Mu diteriakkan
Dengan sebilah pedang terhunus
Hari ini syair-syair kebangsaan kami berkumandang lagi
Dan di sudut lain bangsa ini
Namu-Mu diteriakkan
Dengan didampingi sumpah-sumpah serapah
Tuhan, namu-Mu kami usung di setiap jalan
Tapi dengan ceceran darah
Tuhan, nama-Mu kami teriakkan di gedung-gedung megah itu
Tapi tak henti umpatan-umpatan itu diteriakkan
Tuhan, aku rindukan selalu nama-Mu
Tanpa senjata
Tanpa air mata
Tanpa sumpah serapah
Tanpa darah
Hanya dengan kasih-Mu
Hanya dengan damai-Mu
Atas Nama-Mu, Tuhan
Aku ingin tangan-tangan kami bertaut lagi
IKHLAS
Sebuah kata
Sebuah embrio dari jiwa
Dari hati
Dari penghambaan sejati
Setiap suratan adalah titah
Meniti jalanan merajut kisah
Ketika sebuah ingin tak slalu terkabulkan
Sberkas hikmah iringi rasa syukur yang ikhlas dipanjatkan
Sebuah embrio dari jiwa
Dari hati
Dari penghambaan sejati
Setiap suratan adalah titah
Meniti jalanan merajut kisah
Ketika sebuah ingin tak slalu terkabulkan
Sberkas hikmah iringi rasa syukur yang ikhlas dipanjatkan
Sabtu, November 29, 2008
lelap
Merinding malam
Kadang Rasa tercekam
Gelap memekat
dan jiwa terasa mencekat
perlahan mata terlelap
dalam damai di sudut gelap
Kadang Rasa tercekam
Gelap memekat
dan jiwa terasa mencekat
perlahan mata terlelap
dalam damai di sudut gelap
Langganan:
Postingan (Atom)