Rangkaian perjalanan merajut harapan
Derap berat dan ada kalanya kerongkongan tersekat
Duduk diam ketika tubuhku dibawa menembus malam
Kadang terheran menatap jiwa-jiwa di tengah kehidupan
Langkahnya terhambat dibatasi ribuan sekat
Menyimpan dendam yang hanya hinggap di ujung kalam
Peran yang dijalani sering pula lukai nurani
Derai tawa nyatanya adalah untaian luka
Senyum sendu tak kan mampu menyimpan rasa pilu
Saat sendiri raga diami ruang yang sepi
Terpana di tengah suara yang mengawal kata-kata
Kekuatan semu yang merayu kehidupan di tengah belukar nan layu
Jumat, Februari 26, 2010
Rabu, Februari 10, 2010
Untuk Dewi Fajar Kami
Setelah sang Kahuripan menembus gelap bumi Pasundan
Buaian malam hanya menutup sejenak mata yang sebentar-sebentar terganggu
hingga di bumi Sriwedari kutinggalkan puspa untuk Dewi Fajarku
Kini aku memasrahkan raga di helaan Sri Tanjung nan jelita
Kuda-kuda besi perkasa milik para jelata tlah membawa raga dan pikiran nan lelah
Perlahan, lalu kembali ...
Meninggalkan nama penuh cinta, Fajaria Nawa Januari ...
Buaian malam hanya menutup sejenak mata yang sebentar-sebentar terganggu
hingga di bumi Sriwedari kutinggalkan puspa untuk Dewi Fajarku
Kini aku memasrahkan raga di helaan Sri Tanjung nan jelita
Kuda-kuda besi perkasa milik para jelata tlah membawa raga dan pikiran nan lelah
Perlahan, lalu kembali ...
Meninggalkan nama penuh cinta, Fajaria Nawa Januari ...
Langganan:
Postingan (Atom)