Stasiun Malang sore itu
Terpaku di dalam kereta tiga satu
Tubuh lelah memangku
Jiwa yang terbaring layu
Semboyan tiga lima nyaring menjawab seruan empat puluh
Kereta tiga satu berjalan dalam langkah penuh
Dalam raga yang masih berpeluh
Melalui malam liar yang mesti ditempuh
Bayangan tentang tujuan yang mengambang
Tersusun dalam rangkaian aksara yang gersang
Menyampaikan ketidaktahuan yang meradang
Membawa harapan untuk hati kan bijak memandang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar