Rabu, Februari 10, 2010

Untuk Dewi Fajar Kami

Setelah sang Kahuripan menembus gelap bumi Pasundan
Buaian malam hanya menutup sejenak mata yang sebentar-sebentar terganggu
hingga di bumi Sriwedari kutinggalkan puspa untuk Dewi Fajarku
Kini aku memasrahkan raga di helaan Sri Tanjung nan jelita
Kuda-kuda besi perkasa milik para jelata tlah membawa raga dan pikiran nan lelah
Perlahan, lalu kembali ...
Meninggalkan nama penuh cinta, Fajaria Nawa Januari ...

Tidak ada komentar: