Rangkaian perjalanan merajut harapan
Derap berat dan ada kalanya kerongkongan tersekat
Duduk diam ketika tubuhku dibawa menembus malam
Kadang terheran menatap jiwa-jiwa di tengah kehidupan
Langkahnya terhambat dibatasi ribuan sekat
Menyimpan dendam yang hanya hinggap di ujung kalam
Peran yang dijalani sering pula lukai nurani
Derai tawa nyatanya adalah untaian luka
Senyum sendu tak kan mampu menyimpan rasa pilu
Saat sendiri raga diami ruang yang sepi
Terpana di tengah suara yang mengawal kata-kata
Kekuatan semu yang merayu kehidupan di tengah belukar nan layu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar