Duduk di sebuah bangku tanpa sandaran
Lelaki yang berdendang diam, namun pelan
Sajikan ironi-ironi untuk sekedar melengkapi hidupnya
Dan, hai ... Aku hanya sempat menyaksikan ia melambaikan tangannya
Entah, aku tak tahu bilakah ia telah menyerah dan hentikan nyanyian diamnya
Atau sekedar membiarkan ironi-ironi untuk ia bagikan dengan senyumnya yang sepi
Semakin terkantuk aku untuk menyelami rasa ingin tahu
Ketika ia tersadar pada sekitarnya yang telah hening
Ia bernyanyi kembali, masih dalam nyanyian yang diam
Kali ini sayup nadanya tersampaikan
Meskipun getir, laguku teruntai manis dalam nyanyian diamnya
Dan aku tahu terlalu sulit bagiku untuk nyanyikan kembali
Aku hanya memberikan senyuman untuk laguku yang tersampaikan
Meski lagu itu tak lagi bernyanyi
Dan tersampaikan damai di dalam diam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar