Sebuah warung menyala terang di dalamnya
Entah oleh petromaks berbahan-bakar minyak, ataukah oleh pijar lampu listrik yang tlah terangi desanya
Aku hanya mengerti penjualnya berlindung di hempasan badai sore ini
Berharap satu-dua pembeli yang hendak menepi
Mungkin saja aku cuma terlalu terhanyut, bisa jadi ia sebenarnya hanya berlindung
Sekedar membuka lapaknya karena tak mungkin ia pulang di tengah cuaca ini
Aku hanya tahu satu kesendirian
Warung di tengah hujan dengan nyalanya yang gembira
Tidak ada komentar:
Posting Komentar